MUI: Banyak Tokoh Nasional Terindikasi Agen Israel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri, KH. Muhyidin Junaidi menilai, banyak tokoh nasional yang diindikasi menjadi agen Israel di kawasan Asia Tenggara. Pernyataan Kyai Junaidi terkait dengan ‘kepergoknya’ beberapa tokoh politik dan pejabat dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia ketika perayaan Kemerdekaan Israel ke 64 Kamis pekan lalu.

“Inilah indikasi semakin banyaknya agen terselubung Israel di Indonesia,” kata Kyai Junaidi ketika dihubungi ROL, Selasa (1/5). Lanjut Kyai Junaidi mengatakan memang cukup sulit melihat apakah benar tokoh tersebut hadir kemudian menjadi agen Israel. Namun kehadiran beberapa orang Indonesia di hari kemerdekaan Israel, jelas Kyai Muhyidin, mengindikasikan kedekatan yang erat antara orang tersebut dengan pihak Israel. Lanjut membaca

Maulid Nabi, Poros Persatuan Suni-Syiah

Setelah agenda penting Sabtu ini (11/2) terpaksa batal, saya menggantinya dengan menghadiri seminar internasional di bulan maulid yang diselenggarakan oleh Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) dan Majelis Ukhuwah Syiah-Sunni (MUHSIN). Selain dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah, acara ini juga dihadiri oleh ikhwan ahlusunah asal Iran. Karena pesan yang disampaikan beberapa pembicara dirasa cukup penting, saya akan coba membaginya secara singkat dengan harapan bermanfaat.

Sebagai keynote speaker pertama adalah Dr. Perwira. Mewakili Menkopolhukam yang tidak hadir, Dr. Perwira mengatakan bahwa cara menghadapi kemajemukan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah dengan silaturahmi dan saling menghormati. Tidak boleh ada kelompok, baik itu agama atau ras, yang merasa lebih tinggi dari kelompok lain. Selain mengatakan bahwa negara menjamin kebebasan, beliau juga mengharapkan kontribusi dari seluruh pihak kepada negara dengan cara meniru sifat yang dimiliki oleh Rasulullah saw. Lanjut membaca

Wahabi Mengusir Syiah agar Salat di Jalanan

Kaum Syiah Saudi di kota Khobar dipaksa untuk melaksanakan salat di jalanan ketika ekstrimis Wahabi (تكفييرية) melarang mereka untuk menggunakan masjid (milik) Suni terdekat, sebagaimana yang biasa mereka lakukan.

Beberapa orang yang salat memberi tahu Rasid bahwa seseorang dengan jenggot panjang dan gamis pendek, penampilan khas ekstrimis Wahabi, datang dari luar lingkungan sekitar dan mencegah mereka untuk melaksanakan salat di masjid (milik) Suni. Lanjut membaca

Grup Anti-Syiah Facebook Berubah Menjadi Persatuan Islam

Kekacauan sebagian umat Islam dalam perang dunia maya (dan fana)—khususnya Facebook—semakin menjadi-jadi. Debat kusir, caci-maki, sumpah serapah, menjadi lazim dilakukan oleh kedua belah pihak yang mengaku mengatasnamakan mazhabnya. Ya, mereka hanya mengatasnamakan mazhab (apapun namanya) dan lebih buruknya mereka mengutamakan emosi.

Saya menaruh kecurigaan besar atas adanya pihak tertentu yang bermain. Mungkin tidak semuanya, karena sebagian lain bisa saja benar-benar “tulus” memperjuangkan keyakinan fanatiknya. Tapi secara tidak sadar, mereka semakin mempermulus jalan musuh Islam untuk mengacaukan umat Islam. Lanjut membaca

CNN: Penemuan Umat Muslim yang Membentuk Dunia Modern

London, Inggris (CNN) — Pikirkan tentang asal-usul segala hal penting dalam kehidupan modern; secangkir kopi, dan Italia sering muncul dalam pikiran. Namun kenyataannya, Yaman adalah tempat berbagai macam minuman memiliki asal-usulnya. Bersama dengan universitas pertama, dan bahkan sikat gigi, semua adalah di antara penemuan umat muslim yang mengejutkan dan membentuk dunia hari ini.

Asal-usul dari berbagai ide dan objek penting ini—dasar bagi segala sesuatu mulai dari sepeda hingga skala musik—merupakan fokus dari “1.001 Inventions (1.001 Penemuan)”, sebuah buku untuk merayakan sejarah “yang terlupakan” 1.000 tahun warisan umat muslim. Lanjut membaca