Karunia bagi Manusia dalam Ingat dan Lupa

Pikrkanlah karunia bagi manusia dalam hal ini, dan bagaimana jika salah-satunya saja (diambil), bukan semuanya. Nikmat lupa yang diberikan kepada manusia (ternyata) lebih besar nilainya daripada nikmat ingat. Andaikan tidak ada lupa, nisacaya tak ada orang yang dapat lepas dari musibah serta berakhir dukanya. Dendamnya tak pernah padam. Dia tidak dapat merasakan karunia dunia bersamaan dengan mengingat petaka dan bencana. Dia tidak punya harapan untuk dilupakan oleh penguasa yang memusuhinya dan tidak ada jeda dari rong-rongan orang yang iri padanya. Tidakkah engkau perhatikan bagaimana dijadikan bagi manusia daya ingat dan lupa, sementara keduanya berlainan serta berlawanan, namun masing-masing mempunyai manfaatnya? Tidaklah benar apa yang dikatakan oleh mereka yang membagi hal-ha yang berlawanan pada dua pencipta, semata-mata karena berlawanan. Padahal, kadang-kadang engkau dapat melihat dua hal yang bertolak belakang itu berkumpul dalam sesuatu yang mengandung maslahat serta manfaat.

(SUMBER: Buku Buana Tauhid: Jejak Tuhan di Alam Raya, terjemahan Tauhid Al-Mufaddhal, Karya Imam Ja’far Shadiq)

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s